Halaman

Jumat, 17 Mei 2013

Pelabuhan kebencian





Mawar yang indah
Kini telah tiada lagi
Bahtera indah yang dulu pernah terbangun
Kini telah runtuh karena khianatmu
Khayalan indah yang selalu melayang indah di atas mega
Dan penuh keindahan cinta
Kini telah terjatuh kembali
Jurang yang penuh duri dan api

Dam kini kegelisahan mulai menyelimuti
Hati kecilku

Cinta yang penuh dengan kenangan
Perlahan mulai terlupakan
Wajah yang penuh dengan cinta
Wajah yang penuh dengan kasih sayang
Kini menjadi wajah kebencian

Lautan api
Kini menjadi tempat persembunyianku
Dan sebagai pelabuhan ratapanku
Di atas mega singgasana asmara dana
Yang berkobar penuh api kebencian.

Tidak ada komentar: